Bahasa Indonesia
English
You are here
Mahasiswa S3 Pendidikan Dasar FIP UNY Ambil Bagian dalam Kolaborasi Riset Internasional DADPT 2026
Primary tabs

Yogyakarta - Perjalanan akademik tidak selalu berada di dalam ruang kuliah. Bagi Dyah Indraswati, Siti Maryatul Kiptiyah, dan Pipit Firmanti mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kesempatan belajar justru datang ketika terlibat langsung dalam rangkaian Kolaborasi Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional DADPT 2026 di Yogyakarta.
DADPT singkatan dari Dosen Akademisi dan Doktor Perguruan Tinggi yaitu sebuah organisasi profesi dan wadah kolaborasi intelektual bagi para pendidik, peneliti, dan cendekiawan di Indonesia yang aktif menyelenggarakan kegiatan Rakernas, Seminar Internasional, serta Kolaborasi Riset dan Pengabdian Internasional.
Selama tiga hari, 6 – 8 Agustus 2026, mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan yang mempertemukan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, bidang keilmuan, dan negara. Kegiatan tersebut meliputi pelantikan Pengurus Pusat DADPT periode 2026–2031, seminar internasional, riset kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, hingga presentasi dan refleksi hasil kegiatan.
Bagi mahasiswa doktoral, pengalaman ini menjadi ruang yang menarik karena pembelajaran tidak berhenti pada teori. Mereka berhadapan langsung dengan sekolah, komunitas, pelaku UMKM, museum, dan kawasan konservasi. Di sana, persoalan pendidikan dapat dilihat dalam kaitannya dengan kehidupan masyarakat dan perubahan zaman.
Bertemu Gagasan dari Empat Negara
Hari pertama kegiatan berlangsung di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta). Setelah mengikuti prosesi pelantikan, peserta mengikuti Seminar Internasional bertema “Cross-National Innovation Collaboration: Accelerating Research and Community Service in the Era of Society 5.0.”
Seminar menghadirkan akademisi dari China, Indonesia, Filipina, dan Australia, sehingga peserta memperoleh kesempatan untuk melihat perkembangan pendidikan dan riset dari perspektif yang beragam. Isu teknologi juga menjadi bagian penting dari kegiatan. Dalam kelompok bidang Pendidikan, salah satu tema riset yang diangkat adalah “Artificial Intelligence-Assisted Learning and Students’ Higher-Order Thinking Skills: A Cross-Country Study.”
Bagi tiga mahasiswa S3 Pendidikan Dasar UNY, tema tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, mulai membawa perubahan pada cara pendidikan dirancang dan dilaksanakan.
Dari Kampus Menuju Lapangan
Hari kedua menjadi pengalaman yang berbeda. Peserta meninggalkan ruang seminar dan terjun langsung ke lapangan untuk kegiatan penelitian dan pengabdian.
Rangkaian kegiatan dimulai dari SMA Taman Madya/SMK Taman Karya Jetis, kemudian dilanjutkan ke Museum Dewantara Kirti Griya. Perjalanan berlanjut ke Pokdarwis dan UMKM Kampung Santan, Bantul, lalu menuju konservasi penyu dan Pantai Goa Cemara. Bagi mahasiswa, rangkaian lokasi tersebut memberikan pengalaman bahwa penelitian pendidikan tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas. Pendidikan dapat dibaca dari interaksi masyarakat, aktivitas ekonomi, lingkungan, budaya, dan perkembangan teknologi.
Sebagai mahasiswa S3 Pendidikan Dasar, keterlibatan mereka juga menjadi kesempatan untuk memperluas cara pandang terhadap posisi pendidikan dasar dalam menghadapi perubahan yang semakin kompleks.
Bukan Hanya Mengikuti, tetapi Belajar Berkolaborasi
Kegiatan DADPT 2026 sebelumnya diawali dengan pembekalan secara daring pada 4 Agustus 2026. Peserta memperoleh pemahaman mengenai mekanisme seminar, riset kolaboratif, pengabdian masyarakat, pembentukan kelompok, tema kegiatan, serta luaran yang akan dihasilkan. Pada tahap akhir, peserta mengikuti FGD, presentasi hasil observasi, evaluasi, dan refleksi. Setiap kelompok mempresentasikan hasil kegiatan penelitian dan pengabdian yang telah dilakukan. Kegiatan tersebut juga diarahkan menghasilkan berbagai luaran akademik, seperti laporan penelitian dan pengabdian, HKI, artikel pengabdian, serta pengembangan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan mitra.
Membawa Pendidikan Dasar ke Ruang yang Lebih Luas
Kehadiran Dyah Indraswati, Siti Maryatul Kiptiyah, dan Pipit Firmanti dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa S3 Pendidikan Dasar tidak hanya dituntut memahami teori dan metodologi penelitian, tetapi juga perlu memiliki pengalaman berinteraksi dengan berbagai konteks kehidupan nyata. Tiga hari di Yogyakarta menjadi perjalanan kecil yang mempertemukan pendidikan, penelitian, teknologi, masyarakat, budaya, dan lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan.
Dari seminar internasional, mereka belajar mendengar gagasan. Dari lapangan, mereka belajar melihat persoalan. Dari kolaborasi, mereka belajar bahwa penelitian akan menjadi lebih bermakna ketika pengetahuan tidak berhenti sebagai kajian, tetapi dapat dibawa kembali untuk memahami dan memberi manfaat bagi pendidikan dan masyarakat.
Bagi ketiganya, keterlibatan dalam DADPT 2026 bukan sekadar bagian dari agenda akademik, melainkan sebuah pengalaman untuk terus memperluas cakrawala sebagai mahasiswa doktoral Pendidikan Dasar UNY belajar lebih dekat dengan persoalan nyata, membangun jejaring, dan membuka peluang kolaborasi untuk riset-riset pendidikan di masa depan.
Kontak Kami
Copyright © 2026,