Sesi pertama menghadirkan Obby Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dari Universitas Muhammadiyah Surakarta yang memaparkan materi “Concepts and Strategies for Cultural and Civic Literacy in Elementary Schools.” Materi ini menekankan pentingnya literasi kultural dan kewargaan yang sejalan dengan pencapaian SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran inklusif dan berbasis karakter, SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan membangun sikap saling menghargai serta mengurangi diskriminasi, SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui penanaman nilai demokrasi dan tanggung jawab sosial, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui integrasi service-learning yang memperkuat kemitraan antara sekolah, masyarakat, dan lembaga pendidikan.

Pembicara kedua, Dr. Mark Anthony D. Abenir dari Ateneo de Manila University, menyampaikan materi berjudul “Designing and Managing Service-Learning Projects to Support Basic Literacy and Community Development.” Topik ini membahas bagaimana merancang dan mengelola proyek service-learning yang mendukung peningkatan literasi dasar serta pengembangan masyarakat. Materi tersebut terkait dengan SDG 4 (Quality Education) melalui perluasan akses literasi inklusif, SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan menjangkau kelompok marginal, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pemberdayaan masyarakat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) lewat kolaborasi perguruan tinggi, sekolah, keluarga, dan komunitas dalam pembangunan berkelanjutan.

Acara ini berlangsung dengan maksimal dengan dimoderatori oleh Amalia Rizki Ardiansyah, S.Pd., M.Pd. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai konsep Service-Learning dan Global Citizenship Education sebagai pendekatan inovatif untuk mempersiapkan diri menjadi guru sekolah dasar yang kompeten, peduli, dan berdaya saing global.